Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda Perbatasan di Indonesia dan Papua Nugini

Cenderawasihnews.com Jayapura. Pelatihan tentang Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda untuk Komunitas Perbatasan di Indonesia dan Papua Nugini telah resmi ditutup oleh Jahar Gultom, mewakili Kementerian Luar Negeri RI. Penutupan juga dihadiri oleh jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah di lingkungan Provinsi Papua. Rabu (31/10/ 2018).

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan bersama oleh Direktorat Kerja Sama Teknik dan Biro Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPKLN) Pemerintah Provinsi Papua, pada tanggal 29–31 Oktober 2018 yang diikuti oleh 21 (dua puluh satu) peserta dari masyarakat perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Gultom dalam sambutannya mengatakan “pentingnya peran pemuda dan perempuan dalam pembangunan masyarakat. Lebih lanjut Gultom juga menyampaikan bahwa pelatihan merupakan bukti komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama antarnegara berkembang dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) guna membangun kemitraan yang lebih baik bagi kesejahteraan”.

Indonesia meyakini bahwa melalui KSS, dapat diwujudkan kemitraan global yang berdasar pada prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati, serta semangat mendukung pembangunan sesama negara berkembang yang saling menguntungkan. Gultom pesankan peserta agar dapat mengembangkan potensi ekonomi dari hasil pelatihan dan menularkan ilmu yang didapat kepada teman-teman, saudara, dan keluarganya.

Pada kesempatan ini Kepala BPKLN Papua, Suzana Wanggai, mengutarakan apresiasinya kepada Kemenlu RI yang telah menaruh perhatian pada pengembangan masyarakat di perbatasan.

Sementara itu, dalam testimoninya, wakil peserta dari Kab. Keerom, Papua, maupun Vanimo, Sandaun, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan. Sebagai eks repatrian tahun 2009 asal Kwami, Keerom, Papua, David Solowop bertekad untuk meningkatkan keterampilannya dan mengharapkan dukungan Pemerintah untuk mendapat kesempatan mengembangkan usaha.

Senada dengan Solowop, Theckla Wekre, yang berasal dari kota Vanimo, menilai pelatihan akan bermanfaat bagi Mama-mama dari Prov. Sandaun, PNG, yang dapat dikembangkan bagi kesejahteraan masyarakat melalui gereja dan komunitas setempat.

Baca Juga :  Ingatkan Pengendara Tertib Berlalulintas, Lantas Polres Merauke Pasang Himbauan

”Pelatihan ini juga membuka kesempatan kepada kami untuk saling berinteraksi sebagai sesama masyarakat yang tinggal di perbatasan,” ujar Wekre.

Pelatihan untuk masyarakat perbatasan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang diselenggarakan pada tahun 2015 dan 2016 yang melibatkan peserta asal perbatasan kedua negara di bidang pariwisata dan otomotif. (Direktorat Kerja Sama Teknik)

 

komentar facebook